Sunat atau Khitan atau Sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari kemaluan laki-laki. Seiring dengan kamajuan zaman berbagai macam metode telah ditemukan, mulai dari yang sederhana menggunakan gunting sampai menggunakan Laser dan Cincin.

Rasulullah Saw bersabda:

Fithrah itu ada lima: Khitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memotong kumis

Selain merupakan suatu kewajiban, Khitan juga mendatangkan banyak sekali manfaat kesehatan bagi pelakunya seperti :

  1. Khitan membantu menjaga kemaluan tetap bersih.
  2. Menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).
  3. Menurunkan resiko Sexually Transmitted Diseases (STD).
  4. Laki-laki yang disunat mengurangi kemungkinan terkena kanker kemaluan.
  5. Khitan juga dapat menurunkan resiko kanker serviks pada pasangan mereka.
  6. Khitan menurunkan resiko radang kemaluan.

Manfaat yang besar ini seringkali menjadi alasan bagi non Muslim melakukannya, tidak peduli termasuk perintah atau larangan dalam agama yang mereka anut.

Apa benar Khitan hanya disyariatkan bagi umat Islam saja? bagaimana dengan Kristen? bukankah dalam Alkitab juga terdapat kisah tentang para Nabi? jika demikian halnya seharunya berkhitan juga merupakan syariat bagi agama Kristen.

Perintah Berkhitan Kepada Abraham

Alkitab Perjanjian Lama telah menceritakan bahwa Abraham adalah orang pertama kali yang mendapat perintah untuk berkhitan, sama halnya seperti dalam Islam Nabi Ibrahim adalah yang pertama berkhitan.

Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal .

Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku. Kejadian  17:9-14

Beberapa poin penting yang dapat kita ambil dari ayat diatas adalah :

  1. Khitan adalah perintah Tuhan kepada Abraham serta keturunannya.
  2. Khitan dilakukan dengan mengerat daging pada umur delapan hari.
  3. Perintah ini berlaku selama lamanya.
  4. Yang melanggar harus dilenyapkan atau dihukum mati.

Ke empat poin diatas menjelaskan bahwa berkhitan itu wajib, bukan hanya pada zaman Abraham saja akantetapi berlaku untuk selama salamnya dari zaman Abraham/Nabi Ibrahim sampai hari Kiamat, seluruh pengikut Abraham dan pengikit anak cucu Abraham diwajibkan untuk berkhitan. Begitu pentingnya Khitan hingga hukuman mati pun disediakan bagi siapa saja yang tidak menaatinya.

Perintah Berkhitan Kepada Musa

Musa dalam Alkitab diartikan sebagai “yang diselamatkan (terpelihara) dari air”. Kisah Musa dalam Kristen sedikit berbeda dengan Islam, dalam Kristen dikisahkan bahwa Raja memerintahkan kepada rakyatnya “Tiap anak laki-laki orang Ibrani yang baru lahir harus dibuang ke dalam Sungai Nil, tetapi semua anaknya yang perempuan boleh dibiarkan hidup”, Musa pun dibuang kesungai Nil kemudian datang putri Raja tersebut menyelamatkannya.

Sebagai seorang Nabi yang bisa berkomunikasi dengan Tuhan, Musa juga mendapat perintah yang sama seperti leluhurnya  Abraham, yakni kewajiban untuk  berkhitan.

Tuhan berfirman kepada Musa, demikian: “Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis. Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu. Imamat 12: 1-3.

Perintah Berkhitan Kepada Yosua

Yosua bin Nun adalah orang kepercayaan Musa, ia adalah salah satu dari dua belas orang yang dipilih untuk mengintai tanah Kanaan yang akan diberikan Tuhan kepda Israel.

Setelah Musa meninggal dunia, Yosua menggantikan posisinya atas titah Tuhan.

Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:

“Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.

Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. Yosua 1:1-3

Samahalnya dengan Musa dan Abraham, perintah berkhitan juga dimandatkan kepada Yosua.

Pada waktu itu TUHAN berkata kepada Yosua, “Buatlah pisau dari batu, lalu adakanlah lagi upacara penyunatan untuk orang-orang Israel.” Yosua 5:2.

Yesus Dikhitan

Sebagai orang Yahudi yang taat, keluarga Yesus sangat faham betul tentang wajibnya berkhitan, tidak lama setelah kelahiran Yesus tepatnya  8 (delapan) hari setelah kelahiran, Yesus pun di Khitan dan diberinama.

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. Lukas 2 :21

Yesus dikhitan menandakan bahwa Yesus adalah seorang yang taat kepada hukum Taurat sekaligus sebagai bukti bahwa Yesus adalah anak keturunan Abraham dan bukan Tuhan atau titisan Tuhan, karna perjanjian tersebut berlaku untuk Abraham dan keturunnnya serta pengikutnya, tidak mungkin Tuhan itu berkelamin apalagi sampai kelaminnya dipotong.

Tuhan berulang ulang menurunkan perintah berkhitan secara estafet mulai dari Abraham sampai Yesus sendiripun dikhitan menandakan bahwa berkhitan itu sangat penting, bahkan hukuman mati sebagai balasan bagi siapa saja yang tidak menaatinya. Akantetapi mengapa orang Kristen yang mengaku sebagai pengikut Yesus tidak mau atau enggan berkhitan seperti Yesus? Siapa yang mereka ikuti?

Paulus Melarang Berkhitan

Paulus atau Saulus dari Tarsus adalah orang yang mengaku sebagai rasul, dia bukan murid Yesus dan tidak termasuk kedalam keduabelas murid Yesus yang setia. Dalam suratnya kepada Jemaah di Galatia Paulus  membual dengan mengaku sebagai seorang yang dipilih oleh Tuhan sejak dalam kandungan.

Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, Galatian 1:15

Tidak hanya itu, Paulus pun mengaku memiliki kesitimewaan seperti Musa yakni bisa bercakap cakap dengan Tuhan.

Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas II Kor. 12:8-9

Sebagai seorang yang mengaku “Rasul” Paulus bukannya meneruskan dan menegakkan ajaran Yesus malah sebaliknya dia merombak habis ajaran Yesus seperti tentang Khitan, Paulus dengan terang terangan melarang berkhitan .

Sesungguhnya, Aku, Paulus, Berkata Kepadamu: Jikalau Kamu Menyunatkan Dirimu, Kristus Sama Sekali Tidak Akan Berguna Bagimu.Sekali Lagi Aku Katakan Kepada Setiap Orang Yang Menyunatkan Dirinya, Bahwa Ia Wajib Melakukan Seluruh Hukum Taurat.Kamu Lepas Dari Kristus, Jikalau Kamu Mengharapkan Kebenaran Oleh Hukum Taurat; Kamu Hidup Di Luar Kasih Karunia.( Galatia 5:2-3 )

Jika Tuhan mengancam akan membinasakan orang yang tidak berkhitan, maka Paulus tidak mau kalah ia menggunakan nama Yesus untuk melarang Ajaran Yesus. Paulus mengancam bahwa Yesus tidak berguna bagi mereka yang berkhitan. Seperti makan buah simalakama orang Kristen kebingungan menentukan pilihan, ikut Yesus apa ikut Paulus.

Paulus melanjutkan bualannya  :

Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. Surat Paulus kepada Galatia 5: 6

Bagaimana bisa dengan seenaknya dia berkata bahwa bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai arti apa apa? dan bagaimana bisa disebut beriman jika ia tidak melakukan apa yang diperitahkan oleh Yesus? sungguh Paulus sangat pandai bersilat lidah.

Khitan Rohani

Demi melancarkankan misinya mengbuang ajaran Yesus, Paulus menciptakan ajaran baru Yakni Sunat rohani, Paulus berkata :

“Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.” (Rom 2:29).

Sementara Tuhan memerintahkan untuk Khitan secara jasmani

haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Kejadian 17:11.

Sekarang terserah umat Kristen mau ikut siapa, mau ikut Yesus dengan berkhitan secara jasmani atau ikut Paulus dengan sunat rohani saja, sayangnya pada kenyataannya mereka enggan untuk berkhitan secara jasmani ini adalah bukti bahwa mereka adalah pengikut Paulus bukan pengikut Yesus.

Iklan