isadan islamOleh Bunda Maria / Muhlisa Khairunnisa

Marhaban Yaa Ramadhan.

Sebelumnya terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Om Crist, dan sahabat-sahabat staff kristolog.com. Kalian adalah guru, teman, dan juga dahulu adalah lawan debat yang baik hehehe. Di sini kita saling mengingatkan dalam Islam. Kalian mengajarkan banyak hal dalam Islam. Terima kasih untuk kakakku Sadewa J. Lambe yang telah melindungi saya dari pengucilan keluarga, dan atas anugrah Allah dan hidayah-Nya hingga Ramadhan inipun beliau telah resmi sebagai umat Islam. Dan kado kakak yang terbaik adalah tanggal 27 kemarin telah menjadi wali nikahku. Terimakasih special buat HS, tidak sedikit jasa dan bantuan dari beliau saat saya masih baru-barunya sebagai mualaf. Terima kasih buat semua warga web ini muslim dan non muslim. Segala perdebatan dan komentar kalian membuatku menemukan Allah swt.

Alhamdulillah, keimanan yang masih seumur jagung ini. Ya, baru 5 bulan lebih beberapa hari saya memeluk Islam. Sebentar lagi kita umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan sesuai dengan penanggalan Hijriyah. Tahun ini adalah pertama kali saya sebagai muslimah melaksanakan Ibadah puasa. Alhamdulillah. Tahun lalu saya juga sudah berpuasa namun masih dalam status keyakinan yang lama. Namun tahun ini telah resmi sebagai muslimah. Ya Allah tiada nikmat yang lebih indah selain Iman Islam. Dan kuatkanlah Imanku ini seperti iman Abu Bakr ra, kuatkanlah jalanku menapaki Islam seperti lurusnya Umar bin Khatab ra, dekatkan aku dengan Al Quran seperti Ustman bin Affan ra, beri aku semangat baja seperti Ali ra. Aamiin yaa rabb.

Layaknya mesin industri alat pencernaan kita juga merupakan mesin ciptaan Allah. Mesin industri juga membutuhkan beberapa hari istirahat dalam setahun. Demikian juga alat pencernaan kita. Itu secara fisik saja. Namun di dalam berpuasa terdapat hikmah yang mendalam. Yang kadang dalam kajian para ustadz sering dilupakan untuk di bahas. 29 hari atau 30 hari dalam setahun kita berpuasa di bulan ramadhan. Artinya apa ? 29 hari/30 hari kita menempa diri menjadi pribadi yang baik, disiplin, patuh, sabar, dll. Dalam berpuasa tentu bukan Cuma menahan lapar dan dahaga semata. Kalau hanya itu siapa saja bisa melakukannya. Namun dalam berpuasa kita dituntut menahan nafsu. Nafsu yang mana ? semuanya. Amarah, dengki, syahwat, termasuk makan yang berlebihan saat berbuka. Apakah hikmahnya ? sebenarnya bila kita mendalami setelah kita menempa diri, melatih diri pada bulan ramadhan maka Allah mengharapkan kebiasaan sabar, menahan nafsu, amarah, dapat kita aplikasikan pada sebelas bulan yang lain. Allah mengharapkan kebiasaan baik yang ditempa selama sebulan bisa kita praktekkan sepanjang tahun hingga bertemu ramadhan berikutnya. Ini hanyalah hikmah buat kesadaran kita. Banyak diantara kita setelah lepas ramadhan maka lepas pula semua kebiasaan baik dalam ramadhan tersebut. Saya ingat sahabat saya menjelaskan ramadhan itu secara sederhana, (semoga Allah memberkahi dan merahmati diri beliau). Dia berkata :”Puasa 30 hari di bulan ramadhan ibarat sekolah, dan lebaran idul fitri ibarat wisuda. Diharapkan para lulusan ramadhan mengaplikasikan hal tersebut selepas ramadhan.” Jadi inti ramadhan adalah mengaplikasikan setiap atmosfir di dalamnya ke bulan-bulan yang lain.

Perintah Ibadah ramadhan.

Tentu kita mengenal istilah Rukun Islam. Anak kecil aja tahu. Yaitu istilah buat pilar-pilar agama Islam. Yaitu :

  1. Syahadat
  2. Shalat
  3. Zakat
  4. Saum/berpuasa
  5. Haji bagi yang mampu

Saya tidak akan menjelaskan yang lain, karena dengan usia keimanan saya maka saya yakin saudara-saudara yang lain lebih mengetahui daripada saya. Sebelumnya mari kita simak dalil berpuasa di bulan ramadhan :

Allah Azza wajalla berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 183 yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dalam QS Al baqarah ayat 185 :

“Bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.”

Dalam hadist disebutkan :

diriwayatkan Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata : Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Islam di bangun di atas lima (rukun) : Persaksian bahwa tidak ada yang diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwasanya Muhammad utusan Allah, Menegakan sholat, menunaikan zakat, Puasa di bulan Ramadhan, dan haji ke baitullah al-haram bagi yang memiliki kemampuan untuk sampai ke sana.” (HR. Bukhori No. 8 dan Muslim No. 16)

diriwayatkan Thalhah bin Ubaidillah, bahwa seorang arab badui yang telah beruban menjumpai Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata : Wahai Rasulullah, adakah puasa yang diwajibkan Allah kepadaku ? beliau bersabda : “Bulan Ramadhan”. Orang arab badui bertanya lagi, “Adakah kewajiban yang selainnya bagiku?” Beliau menjawab, “Tidak ada, kecuali dari ragam puasa sunnah”. (HR. Bukhari No. 46 Muslim No. 11)

dalam dalil di atas maka terlihat jelas bahwa Puasa di bulan ramadhan adalah wajib bagi umat Islam yang telah baligh dan sehat akalnya. Sederhananya bila kita umat Islam bertanya mengapa kita berpuasa ? Allah telah menjawabnya dalam ayat di atas “agar kamu bertaqwa”. Kalau manfaat lainnya silahkan anda baca di artikel islami dan kesehatan.

Namun sangat sayang disayang, kita umat Islam banyak yang malas berpuasa di bulan ramadhan. Padahal hanya ada beberapa yang diperbolehkan meninggalkan puasa ramadhan. Diantaranya :

  1. Anak kecil yang belum baligh.
  2. Musafir (orang yang sedang bepergian jauh)
  3. Orang yang sakit. Jika ia khawatir sakitnya akan bertambah parah maka sebaiknya ia berbuka.
  4. Wanita yang sedang hamil.
  5. Wanita yang sedang menyusui.
  6. Orang yang sudah sangat tua.

Selain dari itu maka anda harus berpuasa. Saudaraku yang seiman mengapa anda malas berpuasa ? malulah pada Allah. Apa alasan anda ? silahkan anda kemukakan alasan anda.

Anda merasa ganteng dan cantik ? Mengapa kegantengan dan kecantikan membuatmu buta. Demi Allah belum ada yang mengalahkan kegantengan Nabi Yusuf as namun beliau tetap sujud dan menyembah Allah swt.

Anda merasa kaya ? Mengapa kekayaan membutakan anda. Demi Allah tidak ada yang mengalahkan kekayaan nabi Sulaiman as namun beliau tetap sujud menyembah Allah swt.

Anda merasa miskin dan merana ? Mengapa kemiskinan membuat anda buta. Demi Allah tidak ada yang mengalahkan kemiskinan Nabi Isa as, hartanya hanya sebuah sisir dan pakaian di badan namun beliau tetap sujud kepada Allah.

Anda merasa kuat ? Mengapa kuat dan atletis membuatmu buta. Nabi Musa as adalah manusia terkuat di dunia. sekali nonjok maka matilah seseorang. Namun beliau tetap sujud menyembah pada Allah.

Anda lagi pilek ? hahaha pilek kok jadi alasan. Nabi Ayyub as adalah manusia yang sakitnya paling parah. Namun beliau tetap istiqamah menyembah Allah. Nabi Ayyub as hanya meminta “janganlah hati dan lidahku dimakan ulat karena siapa lagi yang akan memuji nama-Mu” Subhanallah.

Marilah kita sambut ramadhan ini dengan puji syukur kehadirat Allah swt. Marhaban yaa ramadhan. Belajar dari kisah nabi dan Rasul adalah seperti mencash kembali keimanan kita saat menipis. Shalawat dan salam semoga tercurah pada rasulullah saw. Malulah pada Allah, hanya disuruh shalat puasa aja kita malas. Pernahkah anda menghitung berapa udara yang anda hirup selama hidup ? Sesungguhnya Allah sangat menyayangi kita.

Tunduk dan patuh pada Allah dan Rasul-Nya adalah benteng pemurtadan.

Assalamualaikum Wr.WB

Nb :

Om Crist dan jajaran kristolog.com mengucapkan marhaban Yaa Ramadhan. Kita sambut ramadhan dengan semangat Islam. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1437 H. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt. Aamiin.

Iklan