muaalaf]

Assalamualaikum Wr.Wb.

وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يٰبَنِىَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

نَعْبُدُ إِلٰهَكَ وَإِلٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرٰهِۦمَ وَإِسْمٰعِيلَ وَإِسْحٰقَ إِلٰهًا وٰحِدًا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam(muslimun)”. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS Al Baqarah:132-133) SADAQALLAH

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin. Sebelumnya selamat melaksanakan puasa ramadhan bagi saudaraku seiman Islam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw, Nabi penutup. Tiada lagi Nabi sesudahnya. Di awal arikel saya kutipkan QS Al Baqarah ayat 132-133. Karena ayat ini adalah identitas umat Islam sebagai salah satu  pewaris MILLATA IBRAAHIIMA. Mengapa saya ucakan sebagai pewaris ? karena ayat di atas mengatakan :”wawas shaa (telah mewasiatkan) – bihaa (dengannya) – ibraahimu (Ibrahim)”. Dalam agama Islam bila ada kata wasiat maka otak kita akan menuju kemana ? hehehe pasti pertama pikiran kita adalah “warisan harta” namun bisa juga warisan utang. Hehehe bercanda. Apakah yang dimaksud ayat ini ? ternyata yang diwariskan Ibrahim as kepada anak-anaknya adalah “TAUHID”. Jadi wasiat Ibrahim adalah : falaa (maka janganlah) – tamuu tunna (kamu mati) – illaa (kecuali) – wa antum (dan kalian) – muslimuna (seorang muslim). Muslim artinya : orang-orang yang tunduk pada satu Tuhan. Jadi Nabi Ibrahim as mewariskan agama “TAUHID” kepada anak-anaknya.  Dan Ayat di atas menyebutkan demikian pula Yaqub juga mewasiatkan hal yang sama kepada anaknya. Jadi apa yang dilakukan para Nabi kita jadikan teladan. Sebelum kita mati maka wasiatkanlah “TAUHID” kepada anak-anak kita. Jadikanlah hal ini budaya. Ini adalah teladan dari Nabi Ibrahim turun-temurun. Jangan sampai budaya yang jelek malah kita adopsi, sedang budaya yang baik tidak kita perhatikan.

Sesuai dengan konsep Millata Ibrahim maka mari kita simak juga firman Allah Ta’ala :

إِنَّ إِبْرٰهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),” (QS An nahl ayat 120)

Jadi di ayat ini Allah menegaskan bahwasanya Ibrahim as adalah seorang pemimpin yang dapat dijadikan teladan. Ibrahim as adalah orang yang patuh. Yang hanif yaitu lurus tidak bengkok-bengkok. Benar-benar lurus di jalan Allah. Kemudian kita simak lagi firman Allah Azza wajalla :

ثُمَّ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرٰهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS An Nahl :123)

Nah inilah ayat yang menunjukkan identitas Islam. Bahwasanya Islam adalah Millata Ibrahim. Mari kita renungkan ayat ini. Dimana Allah mewahyukan kepada Rasulullah saw berupa perintah yaitu :

Anittabi’ (hendaknya ikutilah)- Millata (agama)- Ibrahimu(Ibrahim)- haniifan (yang hanif/lurus)

Jadi Islam adalah ajaran TAUHID yang lurus merupakan warisan dari Ibrahim as turun temurun. Apakah anda pernah merenungi ayat ini ? Apa anda pernah menarik hikmah di ayat ini ? Apakah anda pernah menanyakan hal ini kepada ahli agama ? Mengapa Allah menyebut Ibrahim as ? Mengapa bukan nabi yang lain ? atau mengapa Allah tidak menyebut Millata Adam dalam ayat ini ? Sebenarnya kita umat Islam harus banyak membaca dan bertanya. Mencari tahu hikmah di dalam Al Quran. Di dalam Al Quran itu banyak petunjuk bagi mereka yang berpikir. Kira-kira apa hikmah sehingga Allah menyebut nama Ibrahim ? inilah yang akan saya coba kaji. Semoga bisa menambah iman kita kepada Allah. Aamiin.

Kita umat Islam menyebut nama Ibrahim itu minimal 5 kali sehari. Hehehe tapi bagi yang patuh melaksanakan shalat 5 waktu. Dimanakah kita menyebut Ibrahim dalam shalat ? yaitu pada saat tahiyat ada bacaan shalawat : ALLAHUMMA SALLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA A-LI SAYYIDINA MUHAMMAD. KAMA SALLAITA ‘ALA SAYYIDINA IBRAHIM WA ‘ALA A-LI SAYYIDINA IBRAHIM. WABARIK ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA’ALA A-LI SAYYIDINA MUHAMMAD. KAMA BARAKTA ‘ALA SAYYIDINA  IBRAHIM WA ‘ALA A-LI SAYYIDINA IBRAHIM. FIL ‘A-LAMINA INNAKA HAMIDUMMAJID. Nah benarkan kata saya ? minimal di 5 waktu kita menyebut nama Ibrahim as. Akan tetapi kebanyakan dari kita hanya menyebut di bibir saja. Hanya menyebut sebagai ritual saja. Tidak membekas di hati. Lagi-lagi apa hikmah sehingga kembali nama Ibrahim yang disandingkan dengan nabi Muhammad saw disebut dalam tahiyat kita ? Intinya mengapa Ibrahim as sangat penting dalam ajaran agama Islam ? Alasannya adalah Agama yang dibawa Muhammad saw adalah Agama warisan dari Ibrahim as dan Nabi Muhammad saw juga mewarisi darah Ibrahim as dari nabi Ismail bin Ibrahim. Namun mengapa Allah memilih Ibrahim as sebagai pemimpin / imam bagi seluruh manusia ? Dalam Al Quran Allah berfirman :

وَإِذِ ابْتَلَىٰٓ إِبْرٰهِۦمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمٰتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّى جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. (QS Al Baqarah:124)

Ternyata nabi Ibrahim dipilih Allah karena Nabi Ibrahim lulus ujian dari Allah. Karena betapa patuhnya Ibrahim as kepada Allah sampai-sampai kepada Rasulullah saw pun diwahyukan perintah mengikuti agama Ibrahim. Kalau kita perhatikan 3 agama samawi yang kaumnya paling besar yaitu Yahudi-nashrani-Islam, ke tiga agama ini semua tidak lepas dari seorang tokoh bernama Ibrahim / Abraham. Semua agama ini mengklaim menyembah Tuhannya Ibrahim. Dan semua kitab suci agama ini menyebut nama Ibrahim.

Di dalam kitab suci yahudi yaitu TaNaKH kita akan menjumpai ayat seperti ini :

[ALP] Keluaran 3:15 Wayyomer ‘od Elohim el mosyeh koh tomar el benei yisraael YHWH Elohey Avoteykhem  Elohey  Avraahaam Elohey Yitschaaq weElohey Ya’aqov syelaachni aleykhem  zeh-syemi le-‘olaam we-zeh zikhri  leDOR-DOR

Di ayat di atas musa pun mengajarkan kepada bani Israel bahwa mari menyembah Tuhan yaitu Elohey (SEMBAHAN) Avoteykhem (Nenek moyang mu) Elohey (SEMBAHAN) Avraahaam (Abraham/Ibrahim) Elohey (SEMBAHAN) Yitschaaq (Yitschaq) weElohey Ya’aqov (dan SEMBAHAN yakub)

Jadi Yahudi juga tidak bisa lepas dari tokoh yang bernama Ibrahim as.

Di dalam kitab PB umat kristiani pun kita menemukan bahwa Kristen juga tidak bisa lepas dari tokoh Ibrahim ini. Disebutkan Dalam Matius 1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

Di Al Quranpun demikian seperti yang kita bahas di atas. Maka Ibrahim as bisa dikatakan sebagai tokoh lintas agama. Namun artikel ini kali ini saya tulis masih bernuansa Islami ramadhan maka saya tidak perlu membahas terlalu dalam tentang agama lain. Saya hanya akan mengupas dalam ajaran Islam saja.

Dalam QS Al Baqarah ayat 124 di atas dikatakan : “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya….dst”.

Berarti ujian yang diterima Nabi Ibrahim benar-benar luar biasa karena dalam lanjutan ayat ini ada perjanjian antara Allah dan Ibrahim. Karena patuhnya Ibrahim sampai Allah memberikan kehormatan padanya. Dalam lanjutan ayatnya dikatakan : “…..Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”…..dst

Dan Ibrahim pun meminta kepada Allah : “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”…

maka Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

Dari keturunan Ibrahim inilah lahir nabi-nabi pemimpin umat yang besar. Yakni bani Ismail dan bani Israel. Bani Ismail dan bani Israel masih saudara. Bapaknya satu, ibunya yang dua. Jadi terbuktilah janji Allah kepada Ibrahim dimana anak cucu Ibrahimlah yang menjadi nabi-nabi besar setelahnya. Dan Nabi penutup para nabi juga turunan Ibrahim yaitu Muhammad saw.

Ada ujian dan kejadian apa saja sehingga Ibrahim ini mendapat kehormatan dari Allah ? Ada hikmah apa yang terjadi sampai ada wahyu yang turun kepada Rasulullah saw untuk mengikuti Millata Ibrahim ?

Yang pertama adalah khikmatnya Ibrahim dalam mencari Tuhan. Dalam kisahnya Ibrahim melalui perjalanan panjang dalam mencari Tuhan. Dia melihat matahari, bulan, dll. Dan dengan nalarnya dia menetapkan bahwa itu bukan Tuhan. Dan akhirnya Allah menjawab kerja keras Ibrahim dengan menyapanya melalui Jibril. Dan Allah memperkenalkan diri-Nya kepada Ibrahim.

Setelah resmi menjadi Nabi ibrahimpun tunduk dan patuh pada perintah Allah. Bahkan penguasa di zamannya pun di dakwahinya tanpa rasa takut. Semua dia lakukan benar-benar karena Allah. Sampai-sampai Ibrahim dihukum mati dengan dibakar oleh raja Namrud. Namun Allah berkata lain, api tersebut tidak bisa mencelakai nabi Ibrahim as. Mengapa ? tentu saja Allah akan menyelamatkan nabi-Nya.

Namun dari semuanya itu yang paling berat adalah saat perintah Allah kepada Ibrahim untuk menyembelih anaknya. Apa hikmah di kisah ini ? mengapa Allah memerintahkan menyembelih anaknya ? Mengapa Allah tidak memerintahkan menyembelih ternaknya ? atau paling tidak mengapa Allah tidak menyuruh menyembelih istrinya ? hehehe tentu saja ada hikmah di sini.

Allah itu Maha Mengetahui. Kalau Allah menyuruh Ibrahim menyembelih ternak tidak mungkin membuatnya galau. Bukan cobaan dan ujian namanya kalau Ibrahim as disuruh menyembelih ternaknya. Ada teladan yang harus ditiru dari Ibrahim as. Yaitu beliau selalu memuliakan tamunya. Kalau ada orang yang bertamu ke rumahnya, maka dia akan menjamu tamunya itu dengan jamuan terbaik. Seperti kisah malaikat yang menyamar jadi manusia dan dijamu oleh Ibrahim dengan sapi panggang. Jadi kalau tamu saja Ibrahim menyembelih ternaknya untuk menjamunya. Apa lagi Allah. Maka Allah tidak meminta ternak Ibrahim.

Selanjutnya mengapa Allah tidak menyuruh menyembelih istrinya ?

Memang Ibrahim sangat mencintai istrinya. Anda tahu bahwa walaupun sayyidah Sarah itu mandul, Ibrahim as tetap setia kepada istrinya. Terus mengapa akhirnya Ibrahim as menikahi sayyidah Hajar ? karena hai itu atas permintaan sayyidah sarah agar Hajar bisa memberikan keturunan kepada Ibrahim. Namun sungguh sangat kita sayangkan di zaman sekarang kejadian itu sangat bertolak belakang. Kalau zaman sekarang suami itu menikah karena menurut pada nafsunya. Beda sekali sama yang diperlihatkan para nabi dan rasul.

Bila kita menyimak hal ini maka memang benar istri – istri Ibrahim juga sangat berarti di hati Ibrahim as. Namun mengapa Allah tidak menguji dengan meminta agar Ibrahim menyembelih salah satu istrinya ? Sekali lagi Allah itu Maha Mengetahui, saat Ibrahim menikah dengan Sarah Ibrahim tetap setia hingga umur sekitar 86 thn. Artinya Iman Ibrahim dipastikan tidak goyah dalam hal perempuan. Akan tetapi ada hal yang selalu Ibrahim minta dalam doanya selama puluhan tahun. Yaitu anak. Selama puluhan tahun Ibrahim tidak putus berdoa agar diberi anak. Dan akhirnya dari Hajar mendapatkan anak semata wayang saat itu yakni Ismail as. Jadi ternyata menurut Allah masih ada yang lebih berharga dari Istrinya Ibrahim. Yakni anaknya yang semata wayang saat itu. Karena Ishaq as belum lahir. Oleh karena itu Allah meminta Ibrahim menyembelih anaknya yang satu-satunya pada waktu itu.

Sungguh keimanan Ibrahim dan Ismail sangat lurus. Hingga baik Ibrahim maupun Ismail semua ikhlas menjalankan perintah Allah. Maka Allah mengabadikan peristiwa tsabih ini ke dalam salah satu hari raya dari 2 hari raya Islam yakni Idul Adha. Inilah hikmah mengapa Allah menyebut Ibrahim bukannya nabi-nabi yang lain. Namun seiring gesekan-gesekan umat beragama, hal ini kian menjadi perdebatan panjang. Itulah iman, itulah hidayah. Tidak ada yang aneh. Kita hanya bisa memohon kepada Allah agar selamat dunia akhirat. Sampaikanlah walau satu ayat. Semoga ada hikmahnya aamiin ya rabb.

Sehubungan dengan sedang maraknya di media social mengenai kaos “abbana”. Maka kami menghimbau kepada umat Islam agar lebih teliti terhadap kaligrafi-kaligrafi berbahasa arab.

abana

Ini adalah kaligrafi injil Matius 6:9-13. Kalau boleh sedikit menginformasikan tulisan ini dengan kedangkalan ilmu saya maka tulisannya kira-kira seperti ini :

  • Yang tengah yang gede itu tulisannya :

أبانا

Abbana (Bapa Kami)

  • Yang tulisan melingkar itu :

أبانا ألذي فى السموات
Abbaanaa alladzi fīs samaawaati (Bapa kami: yang ada di-surga)
ليتقدس اسمك
Liyataqaddas ‘smuka (dimuliakanlah nama-Mu)

ليات ملكوتك
liya’ti malakūtuka (datanglah: kerajaan-Mu)
لتكن مشيئنك كما فى السماء كذلك على الأرض
litakun mashī`atuka kamā fīssamā’ kadzālika ´alāl ard (jadilah kehendak-Mu diatas bumi: seperti di dalam surga,)
خبزنا كفافنا واعطنا الرزق أليوم
khubzanā kafāfanā wa´tinā rizq al yawm (berilah kami rezeki pada hari ini.)
واغفر لنا ذنوبنا
waghfir lana dzunubana (dan Ampunilah kesalahan kami,)
كما نغفر نحن أيضا للمذنبين إلينا
kamā naghfiru nahnu aydan lil muznibīna ilaynā (seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami)
ولا تدخلنا فى التجربة
Wa lā tud khilnā fīi tajribatin (dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,)
.ولكن نجنا من الشرير
walākin najjinā minasy syirrīri (tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.)
آمين
Amin.

Intinya saya hanya membuka paradigma kaum muslimin bahwa tidak semua tulisan Arab itu adalah Islam. Yang sakral itu ayat Al Quran. Bukan bahasa arab. cuma kebetulan nabi kita orang arab jadi wahyunya turun dalam bahasa arab. Sebagai renungan kasus kaos “abbana” ini. kaligrafi ayat injil dalam bahasa arab. Makanya jangan terlalu bangga dengan kearab-araban. jangan terlalu anti sama blangkon, batik. padahal apa salahnya shalat pakai blangkon ? apa salahnya ke mesjid pakai batik ??? kalau anda ketemu orang kairo yang kristen mereka pakaiannya seperti busana muslim di Indonesia. tapi apa yang mereka katakan ?

Bismillahil abbi wa ibnu wa ruhul quddus ilahun wahid…

(atas nama Bapa putra dan roh kudus Tuhan yang esa)… hehehe pusing gak lu ? 3 tapi esa hehehe.

Arab bukan islam. dan Islam bukan arab. arab itu budaya, blankon itu budaya, batik itu budaya. Islam adalah agama  bukan budaya. Budaya yang baik tidak melanggar syariat boleh dilestarikan. Namun budaya jelek yang melanggar syariat harus ditinggalkan walaupun berbau arab.

Sekali lagi Arab itu budaya, sedangkan Islam itu agama. Yang sakral adalah ayat suci Al Quran, bukan bahasa arab.

Salam bagi yang berpikir. Semoga berkah dan Hikmah. aamiin

Bunda Maria

Iklan