Bismillaahirrahmaanirrahiim

Be-Syem ELOHIM (ALLAH) HaRachman we Harachum

Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin

HaleluYa Ribbon Ha-‘Olamim

Ar-Rahmaanir Rahiim

Ha-Rachman weHarachum

Maaliki Yaumid diin

Ha-Molekh Be-Yom Haddiin

Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in

Otekha Na’vod we-le Yesyu’atkha naqoveh

Ihdinas shiraathal Mustaqiim

Nechnu be-Orach me-yasarim

Shirathal ladziina an’amta ‘alayhim, ghayril maghdu bi ‘alayhim waladh-dhoolliin

Oracham syel elleh asyer nitachah hachemmah ‘aleyhem , we-lo syel hato’im

AAMIIN…

(QS Al Fatihaah dan Terjemahan Transliterasi Ibrani)

Assalamualaikum Wr.Wb.

Segala Puji Bagi Allah, Tiada yang kami sembah selain Engkau Yaa Allah. Senantiasa ampunilah dosa-dosa kami baik yang sengaja maupun yang tidak sengaja. Dan tambahkanlah ilmu kami agar bisa meraih ma’rifatullah yang benar sesuai dengan syariat Islam. Dan berilah kami kemampuan untuk mengajarkan ilmu itu aamiin… shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah Muhammad saw, Laa Nabiya ba’da.

Sebagai pembuka saya hanya ingin berbagi paradigma. Jangan terlalu cepat berkesimpulan dan mengklaim sesuatu itu sebagai bid’ah, haram, benar salah. Jangan terlalu cepat mengklaim saudara kita sebagai pelaku bid’ah. Jangan ngotot pada sesuatu yang kita tidak berilmu di dalamnya. Di atas saya mengutip QS Al Fatihah dan terjemahan dalam bahasa Ibrani yang saya literasi dalam huruf biasa, apakah ada yang mengganggu mata anda ? Apa ada yang merisaukan hati anda ? Atau menurut anda ada yang salah ?

Hehehe… simak ayat ke dua :

Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin

HaleluYa Ribbon Ha-‘Olamim

Hmmm masalahnya di sini. Di sebuah artikel yang menuliskan tentang penerjemahan Al Quran oleh pemerintah Arab Saudi dimana saat ini sudah lumayan banyak turunan Yahudi yang memeluk Islam. Namun ada yang menarik dari tulisan komentar oleh seorang pengunjung : “Haram itu penggunaan terjemahan HaleluYa”. Eitsss hehehe, sekate-kate lu tong. Hehehe untuk menambah wawasan kita mari kita bahas sedikit.

Sebenarnya kata “HaleluYa” itu bukan sebuah kalimat yang sakral bagi umat Kristen. Namun “Haleluya” merupakan bahasa ibrani yang berarti puji Tuhan/terpujilah YHWH. jadi kalau umat yahudi memuji Tuhannya tentu berkata Haleluya, Kristenpun mengadopsi pujian untuk tuhan dalam bahasa Ibrani Haleluya ini. Sekarang masalahnya kalau orang Yahudi memeluk Islam dia ingin berkata Alhamdulillah dalam bahasanya seperti halnya kita berkata “segala Puji Bagi Allah” gimana ? Tentu mereka pasti berkata “Haleluya” juga. Yang mengatakan ini haram adalah kita yang terjebak dalam pemahaman ekstrim. Uda gak ngerti bahasa ibrani ngotot pula hehehe. Sebenarnya Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin bila diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani adalah Ha-tehillah le-ELOHIM (YHWH) Ribbon Ha-‘Olamim. Namun walaupun ditulis demikian “Ha-tehillah le-ELOHIM (YHWH)” dalam aturan bahasa ibrani tetap akan disingkat menjadi Haleluya. Seperti pada bahasa Inggris “I do not care” tentu tidak akan ditulis demikian, namun yang umum dituliskan “I Don’t care. Jadi kata do not disingkat jadi don’t. Kata “I am” kadang ditulis “I’m”. Jadi penggunaan Haleluya dalam terjemahan Al Quran tidak masalah dan penyebutannya pun tidak melanggar syariat Islam karena orang Yahudi memang penutur bahasa ibrani. Akan tetapi kita muslim di Indonesia gak usah ikut-ikutan nyebut HaleluYa di mana-mana, hehehe nanti kena semprot sama orang yang gak ngerti. Sebut saja Segala Puji Bagi Allah atau Alhamdulillah aja. Bagi saudara kita orang yahudi yang beragama Islam tentu menggunakan HaleluYa atau Alhamdulillah. Semoga kasus menuduh bid’ah tanpa ilmu yang memadai ini tidak terjadi lagi. Dan perlu dipahami Kerajaan Arab Saudi menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa ibrani ini menggunakan orang-orang yang ahli walaupun memang tidak mungkin 100% benar. Karena yang bisa 100% benar hanya Allah Azza wajalla.

Artikel ini saya kasih judul “Ekspresi Tanpa Judul”. Saya hanya ingin mengekspresikan rasa syukur, rasa gembira dalam hati saya atas hidayah Allah. Saya benar-benar happy telah berislam Ramadhan tahun ini. Karena saya gemarnya membaca dan menulis maka saya ekspresikan dalam menulis. Seperti mungkin anda yang gemar panjat tebing, maka ekspresi anda saat sampai di puncak adalah teriak sekeras-kerasnya ke alam bebas.

Sebagai seorang muslim kita harus meyakini bahwa Al Quran bukan kitab suci yang terasing dari kitab-kitab sebelumnya. Namun Al Quran adalah penerus kitab-kitab sebelumnya, sekaligus pengoreksi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan tangan-tangan jahil orang-orang ahli kitab.

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS Al A’raf :157)

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. (QS Ali Imran:81)

Pernyataan yang disebutkan di sini, menurut Al-Qur’an adalah bahwasanya seluruh Nabi-nabi telah mengakui akan datangnya seorang Nabi kaliber dunia (universal), di mana sebagai misi dan tugas pokoknya adalah membenarkan dan membuktikan kuatnya kebenaran atas ajaran terdahulu para Nabi sebelumnya.

Dan ini bukan omong kosong. Banyak nubuwah-nubuwah dalam dalam kitab suci sebelumnya. Nubuwah inilah yang dijadikan bahan berpikir. Maka sah-sah saja tafsir yahudi dan Kristen pada kitab suci mereka. Dan sah-sah saja bila terjadi debat diantara kita. Namun saya harap berdebat lintas agama ini dengan ilmu. Di luar itu semua tentu saya juga punya pandangan sendiri, punya ilmu sendiri, punya pengetahuan sendiri dalam mempelajari nubuwah-nubuwah tersebut. Iman islam tidak saya temukan dengan simsalabim, saya memilih Islam dengan proses yang panjang. Bukan Cuma korban tenaga, namun segalanya yang saya sayangi dahulu meninggalkan saya. Namun saat pertolongan Allah datang semua itu kembali lagi pada saya. Yakinlah tidak ada yang bisa menolong saat Allah menghendaki sesuatu, dan tidak ada yang bisa mencelakaimu saat pertolongan Allah datang. Akhhh ingin rasanya teriak puas dan lega bila mengingat semua yang terjadi.

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. (ulangan 18:15-18)

merupakan sebuah bukti bahwa sebelumnya telah dicetuskan tentang akan kedatangannya. Tuhan telah menyatakan sendiri di depan bangsa Israel bahwa la akan mendatangkan seorang Nabi. Yaitu nabi yang dibangkitkan dari antara saudara mereka. Kata ‘dari antara saudara mereka’ ini multi tafsir :

  1. Ada yang menafsirkan berasal dari Bani Israel. Yaitu ada orang lain lagi diantara bani Israel.
  2. Ada yang menafsirkan bahwa semua kaum juga masuk. Bukan Cuma Bani Israel. Jadi nabi ini bangkit dari antara suatu kaum.
  3. Ada yang menafsirkan kata”mereka” merujuk pada bani Israel. Sehingga ungkapan “dari antara saudara mereka” bermakna dari antara saudara Bani Israel, siapakah saudara bani Israel yang lain ? Yakni Bani Ismail.

Namun dalam pandangan saya bila ditetapkan poin pertama maka akan bentrok dengan ayat taurat yang lain :

Ulangan 34:10 Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,

Jadi sisa poin 2 dan 3 saja yang tersisa. Namun nabi tersebut harus seperti Musa. Namun bila anda tetap kekeh dengan point 1 maka sah-sah saja.Saya lagi tidak mendebat anda kok.

Kitab Talmud mengajarkan bahwa ada ratusan ribu nabi: dua kali lebih banyak jumlah orang yang meninggalkan Mesir, yaitu 600.000. Tetapi sebagian besar para nabi menyampaikan pesan yang dimaksudkan semata-mata untuk generasi mereka sendiri dan tidak dilaporkan dalam Kitab Suci. Alkitab mengidentifikasi hanya 55 nabi-nabi Israel. (rabinical court)

Masalah kenabian yang lahir adalah yang tertulis dalam Isaiah 21:7(LAI) Apabila dilihatnya pasukan, pasang-pasangan orang berkuda, pasukan keledai, pasukan unta, maka haruslah diperhatikannya sungguh-sungguh, dengan penuh perhatian.”

Namun bila anda lihat gambar ini :

isaia 21.7

Maka ayatnya harusnya Cuma berbunyi :

” Dia melihat dua pengendara, satu di antaranya adalah pengendara keledai, sedangkan lainnya adalah pengendara unta, dia mendengarkan dengan seksama dan penuh perhatian . (Isaiah 21:7.)

Adalah Isaiah melihat dua pengendara dalam pemandangannya. Di dalam pendapat kita, pesan tersebut di atas adalah menyangkut keimanan dari ajaran agama Yahudi yang asli. Dalam Injil berbahasa Inggris, diterjemahkan dengan “Dia melihat kereta perang yang ditarik dengan beberapa keledai, dan sebuah kereta perang yang ditarik dengan beberapa ekor unta, dan seterusnya

…”Sedangkan terjemahan Injil ke dalam bahasa Latin menyatakan sebagai berikut: “Dia melihat sebuah kereta perang dengan dua pengendara, satu di antaranya di atas seekor keledai, dan satu lainnya di atas seekor unta … dan seterusnya.

Tidaklah diragukan lagi bahwa dua pengendara yang disebutkan di atas oleh Nabi Isaiah adalah suatu kebenaran ajaran agama yang diturunkan oleh Tuhan, di mana yang dimaksud dengan pengendara di atas seekor keledai adalah Nabi Isa a.s. (Jesus Kristus), karena dalam lingkungan Jerussalem tempat kenabiannya terdapat banyak keledai, sedangkan yang dimaksud dengan pengendara di atas seekor unta adalah Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam , yang merupakan Nabi dari semenanjung Arabia, di mana unta merupakan satu-satunya kendaraan yang paling utama di sana. Selanjutnya kenyataan sejarah menunjukkan bahwa ketika kemenangan diraih oleh kaum Muslimin, Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam memasuki kota Mekkah dengan agungnya dengan mengendarai seekor unta diikuti ribuan sahabat dan penduduknya.

Selanjutnya dalam Injil Yohanes :

(Yohanes 14:15-16) Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

(Yohanes 14:25-26) Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

(Yohanes 16:7-8) Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

(Yohanes 16:12-13) Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Kita tidak akan ragu-ragu sedikitpun bahwa kata paraclete dalam bahasa Latin yang dalam bahasa Inggrisnya Comforter atau Pembawa Kabar Gembira, bukanlah yang dimaksudkan Yesus Kristus, tetapi sebenarnya adalah Parakletos, yang berarti yang tersohor, atau yang mulia, atau yang agung, atau yang terkenal, atau termasyhur, atau ternama, yang cocok sekali dengan pengertian dari nama Ahmad atau Muhammad dalam bahasa Arab. Sir William Muir mengatakan bahwa kata Ahmad “haruslah ditujukan kepada seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, sebagai terjemahan atas kata Perikalutas dari versi bahasa Arab dalam Perjanjian Baru,” dan bahwa Parakletos (yang termasyhur) untuk mengganti Perikalutas dipalsukan dengan beberapa sebutan rahib di jaman Muhammad.” (Muir, Life of Mohamet).

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS Ash Shaff ayat 6)

Adalah mudah sekali diketahui dan merupakan fakta sejak dari awal periode, seorang yang sangat diharapkan oleh orang-orang Kristen, yang begitu besar jumlahnya tentang masalah kenabian, yang menunjukkan bahwa susunan yang diletakkan melalui pesan-pesan dalam gereja-gereja Romawi dan oleh orang-orang Protestan, tidak begitu umum dan mudah diterima. Dalam hal ini, Montanus, pada abad kedelapan, lebih dulu daripada Tertullian memberikan sebuah contoh perbuatan, sebagaimana yang dipertimbangkan oleh ummatnya, mungkin ia adalah orang yang dijanjikan.

HaSyem Elohim hattor berazekhem be kol yom, we rachman min ha-Elohim ‘al ha-mu’minim be Mashiah akherim. Shalom ‘ala Nevi ha-Gadol, Muhammadim, or ha-‘olam.

Dalam Injil Barnabas, Injil yang tidak dimasukkan dalam kanon Perjanjian Baru, secara tegas dikatakan bahwa Muhammad sebagai Mashiah. Menurut ajaran agama Yahudi, Mesias itu ada dua orang, bukan satu orang, sebagaimana klaim agama Kristen. Mesias yang pertama dari keturunan Nabi Ishaq, dan Mesias kedua dari keturunan Nabi Ismail. Banyak rabi-rabi Yahudi dan orang-orang keturunan Yahudi bertobat dan percaya kepada kerasulan Nabi Muhammad SAW sebagai Mesiah yang dijanjikan, dan mereka berhimpun dalam satu-satunya organisasi terbesar di dunia yang bernama the Messianic Islam, the Jews for ALLAH, yang dipimpin oleh mantan rabi-rabi Yahudi tersebut.

Orang-orang Kristen tidak mengakui adanya Injil Barnabas sebagai bagian tak terpisahkan dari Perjanjian Baru, dan tidak pernah disebut-sebut dalam kegiatan mereka di gereja-gereja. Injil Barnabas ini telah dinyatakan salah dan dikutuk oleh Jemaah Kristen sejak 300 tahun sebelum datangnya Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam . Alasan yang paling menyolok, yang tidak kita ragukan lagi adalah karena di dalam Injil Barnabas ini dinyatakan secara jelas dalam kata-kata dan kalimatnya tentang akan datangnya Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam .

Kitab Suci Agama Budha telah ditulis lebih dari satu macam bahasa, sehingga saya telah memilih intisari terjemahan dari sumber Sri Langka.

Ananda berkata kepada Yang Dimuliakan: “Siapakah yang akan membei’ pelajaran kepada kami jika tuan sudah pergi?”

Yang Dimuliakan menjawab: Aku ini bukanlah satu-satunya Budha yang datang ke dunia, juga bukanlah aku yang terakhir, Nanti pada saatnya akan datang Budha yang lain ke dunia ini, yang suci, yang unggul dan cemerlang, yang menampakkan kebijaksanaan dalam tingkah lakunya, yang memberikan harapan, yang tahu tentang alam, seorang yang tiada bandingannya dalam memimpin, seorang yang memiliki sifat-sifat malaikat dan yang mesti mati, Dia akan menyelamatkan kamu kepada keimanan yang sama kekal sebagaimana apa yang telah kuajarkan kepadamu, Dia akan berkhutbah tentang agamanya, yang mulia pada awalnya yang mulia pada puncaknya, dan mulia dalam tujuannya. Dia akan menyatakan tentang agama kehidupan, yang kesemuanya asli dan sempurna, sebagaimana yang baru saja saya nyatakan. Pengikutnya akan sebanyak jutaan, sedangkan pengikutku hanya ratusan ribu.”

Ananda berkata: “Bagaimana kami bisa mengetahui dia?” Yang

Dimuliakan menjawab: “Dia akan terkenal sebagai Maitreya… “

Kutipan di atas kelihatannya kontroversil. Sebagaimana yang pembaca lihat, bahwa Budha meramalkan akan datangnya seorang Yang Dimuliakan, dan dalam bahasa Kitab Suci Agama Budha yang disebut dengan Maitreya berarti seorang yang pengasih dan yang dimuliakan. Setelah meninggalnya sang Budha, para pengikutnya mencoba mencari siapa sebenarnya yang akan muncul sebagai seorang pemimpin dan sebagai Maitreya . Orang-orang Kristen juga telah mencari dan menyatakan Jesus sebagai Maitreya , Orang-orang Hindu-pun berbuat serupa. Seseorang yang mempelajari semuanya itu, nantinya akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa tidak ada lainnya yang disebut Maitreya itu adalah Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai satu-satunya Maitreya .

Kitab Suci Al-Qur’an berulang-ulang menyebut Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai seorang pembawa rahmat ke seluruh alam dan kepada semua bangsa, sebagaimana saya sebutkan di muka, sebagai terjemahan dan yang dimaksud dengan Maitreya.

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya: 107)

(buku Muhammad in Parsi, Hindoo and Budhist Scriptures, oleh A. Vidyarathi dan U. ‘Ali, diterbitkan oleh Abbas Manzil Library, Allahabad , 3, India )

Di dalam Kitab Suci Agama Hindu, banyak juga ditemukan secara jelas tentang masalah kenabian Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam . Beberapa diantaranya tercantum dalam Puranas. Yang tercantum dalam Bhavishya Purana adalah yang paling jelas daripada yang lainnya. Lima kata dari kiri ke kanan adalah sebuah nama dari Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam . Hal itu dinyatakan sebagai seorang Nabi dari sebuah wilayah, yang namanya Marusthalnivasinan, yaitu daerah padang pasir di semenanjung Arab. Arya Samay, sebuah sekte dalam agama Hindu, telah mencoba untuk tidak meragukan lagi tentang kebenaran dari sang Purana ini. Alasannya ialah bahwa yang disebutkan itu tidak lain dan tidak bukan adalah seorang Nabi. Menurut Sanatanist Pandits, kumpulan naskah Hindu, tidak diragukan lagi sebagai yang benar-benar autentik.

“Lalu seorang yang buta huruf dengan nama kehormatan Guru, yang bernama Muhammad, setia sekali terhadap pengikutnya. Raja (Bhoja dalam sebuah pemandangan), kepada siapa Dewa Besar, penduduk Arab, mensucikan diri dengan air Gangga, dan dengan lima hal dari gembala lembu menyampaikan sandal kayu dan berada untuknya. Oh, penduduk Arabia dan Tuhan dari yang Suci, kepada siapa aku memuja. Oh, kepada siapa yang telah menemukan banyak jalan dan cara umuk menghancurkan syaitan di muka bumi ini. Oh, yang benar-benar buta huruf dari kumpulan orang yang buta huruf. Oh, orang yang tidak berdosa, semangat keimanan dan yang sempurna kebaikannya, yang menjadi pujaanku. Terimalah aku pada telapak kakimu. (Bhavishya Purana Parv 3, Khand 3, Adhya 3, Shalok 5-8)

“Oh, orang-orang, dengarkan ini baik-baik. Orang yang terpuji (Muhammad) akan datang di antara kamu. Kita letakkan para pendatang di tempat penampungan dari enam puluh ribu dan Sembilan puluh musuh yang bertekuk lutut bersama dua puluh unta yang menempatkan posisinya menyentuh surga dari sedikit dibawahnya. Dia memberi Mamah Rishi ratusan keping emas, puluhan bola putar, tiga ratus kuda Arab, dan sepuluh ribu lembu. (Atharva Veda. Kanda 20, Sukta 127, Mantra 1-3)

Dan Masih banyak lagi disebutkan, silahkan baca di situs yang lebih membahas Hindu dan Budha.

Agama Parsi adalah salah satu agama yang tertua di dunia, setua atau mungkin lebih tua dari agama Hindu. Ada dua kumpulan Kitab Suci yaitu Dasatir dan Zand Avestra, yang mungkin bisa disebut sebagai Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bagi agama Parsi. Di Dasatir , no. 14, dihubungkan dengan nama Sasanll, bukan hanya sebuah pembenaran terhadap Doktrin dan Ajaran Islam, melainkan penjelasan atas kenabian dan kedatangan Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam . Masalah kenabian ini dinyatakan dalam susunan kalimat yang paling jelas dan didahului oleh pemandangan tentang kebejatan dan keruntuhan moral di Persia.

Inilah ayatnya:

parsi

Terjemahannya:

“Ketika bangsa Persia tenggelam ke dalam suasana moral yang rendah, seorang manusia akan dilahirkan di Arabia, yang diikuti dengan runtuhnya singgasana agama dan semuanya yang ada sebelumnya. Kejayaan dan kemegahan Persia akan diungguli. Rumahnya telah berdiri (dalam hal ini yang dimaksud adalah Ka’bah yang pada awal mulanya didirikan oleh Nabi Ibrahim a.s.) dan semua pujaan yang ada akan tergeser olehnya, dan orang-orang akan bersembahyang menghadapnya. Pengikutnya akan menaklukkan kota Parsis dan Taus dan Balakh dan tempat-tempat besar di sekitarnya. Orang-orang akan bertikai satu-sama lain. Orang-orang Persia yang bijaksana dan lainnya akan bergabung dengan pengikutnya.

Masalah kenabian Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini tercantum dalam sebuah buku yang tetap berada dalam penjagaan yang ketat di Paris, dan kata-katanya tidak dapat dijabarkan dalam dua interpretasi. Orang yang akan datang adalah seorang Arab. Orang-orang Persia akan bergabung dengannya dalam iman. Candi-candi dewa api akan dihancurkan. Pujaan akan berganti. Orang-orang akan bersembahyang dengan menghadap Ka’bah. Dapatkah masalah kenabian yang sudah dinyatakan tersebut menyangkut orang lain selain Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam ?

Orang-orang Islam yang memiliki sedikit pengetahuan atau tidak sama sekali tentang agama lain mungkin akan tercengang setelah menemukan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah dinyatakan kedatangannya dalam Kitab Suci ajaran Hindu, Parsi, dan Budha, sekalipun kenyataan menunjukkan bahwa para pengikutnya menyembah lembu, matahari, api, alam dan tempat-tempat pemujaan. Tetapi orang-orang Muslim harus ingat bahwa di dalam Kitab Suci Al Qur’an, Allah telah berfirman bahwa setiap bangsa memiliki Nabi masing-masing. Oleh karena itu makanya, Kitab Suci mereka yang asli merupakan wujud inspirasi dari Tuhan. Saya berikan di sini tiga ayat Kitab Suci Al-Qur’an yang menyatakan dalam hal ini.

“Dan tidak ada suatu ummat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan” (QS Faathir:24)

“Tiap-tiap umat mempunyai Rasul”. (QS Yunus:47)

“Dan (Kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. (QS An Nisa:164)

Study perbandingan agama memang sangat menarik. Namun yang membuat saya ingin teriak adalah rasa lega setelah menemukan Islam. Bagi kaum muslimin janganlah berhenti belajar. Ingat perintah Allah yang pertama turun adalah IQRA !!! Bacalah!!!.

Tulisan Bunda maria sumber Group Telegram kristolog.com Joint with us

Wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil ‘alamin

We lo shelahnu lekha ebel kamo rachamim ‘al kol ha-baroim

Iklan