penulissaudara St. jakaria menulis hujjahnya pada link : http://www.kompasiana.com/j4k4214/mempertanyakan-isra-miraj-dan-masjidil-aqsa-sebagai-kiblat-pertama_55c2aa8c0ab0bdd510cf6d73

tulisan beliau adalah :

Mempertanyakan Isra Miraj dan Masjidil Aqsa Sebagai Kiblat Pertama

Agama bukan sejarah, namun ada peristiwa agama yang juga merupakan peristiwa sejarah. Kisah Isra Miraj Mohammad merupakan salah satu peristiwa dalam perjalanan Mohammad yang hidup pada tahun 570 sampai dengan 632 Masehi. Isra dan miraj merupakan dua pengertian yang berbeda. Isra merupakan perjalanan Mohammad pada malam hari dari masjid Haram di Mekah ke masjid al Aqsa di Yerusalem, sedangkan Miraj adalah perjalanan dari bumi naik langit ke tujuh untuk menerima perintah melakukan sholat. Peristiwa Isra Miraj diyakini terjadi sebelum Mohammad melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M. Setelah peristiwa isra miraj itulah kemudian umat islam melakukan sholat dengan masjid al Aqsa sebagai kiblat pertama. Beberapa waktu kemudian kiblat sholat berubah menghadap Kabah di Mekah sampai dengan saat sekarang. Bangsa arab menduduki Yerusalem pada tahun 638 M s/d 1099 M dan membangun masjid al Aqsa pada tahun 685 M. Bangsa inilah yang sekarang dikenal sebagai arab Palestina. Bangsa arab menduduki Yerusalem, setelah sebelumnya Yerusalem dikuasai Romawi. Bukankah janggal, jika Isra dari masjid Haram di Mekah ke masjid al Aqsa terjadi pada tahun 621 M sedangkan masjid al Aqsa baru dibangun pada tahun 685 M? Tidak ada tempat suci sebagai kiblat para nabi yang masih berdiri pada waktu peristiwa isra Mohammad, karena Bait Allah di Yerusalem yang dibangun Salomo (Sulaiman), raja Israel yang ketiga, dan digunakan sebagai tempat beribadah dan mengajar Yesus Kristus (Isa) telah dihancurkan tentara Romawi pada tahun 70 masehi ketika terjadi perang Israel melawan Romawi, penjajahnya.

Tanggapan :

Assalamualaikum wr wb

Pertanyaan dan hujjah di atas bagus sekali. Inilah yang namanya pertanyaan bermutu. Cukup kritis dan sopan. Sebelum menjawab hujjah di atas ada baiknya kita simak dulu sejarah Baitul maqdis/masjidil aqsa. Lihat gambar !!!

aqsa

Sebenarnya banyak yang belum paham. Bahwa Masjidil Aqsa bukan hanya masjid Qibly, dengan kubah perak hitamnya atau Dome of the Rock. Masjidil Aqsa sebenarnya adalah seluruh wilayah yang diberi garis merah pada gambar di atas yang juga dikenal sebagai Baitul Maqdis. Nama ‘Masjidil Aqsa’ diterjemahkan sebagai ‘masjid terjauh ” dan merupakan tempat yang paling suci ketiga dalam Islam. Di sinilah sekitar tahun 621 Nabi Muhammad saw datang pada malam perjalanan Isra Miraj.

  • JERUSALEM SEBELUM ISLAM

Pendatang pertama ke Jerusalem, yang dahulu disebut sebagai tanah Kanaan ini, adalah dari bangsa Arab Canaanites, Jebusites dan Amorites yg beremigrasi dari jazirah Arab. Sementara nama “Palestine” sendiri diperkirakan dari daerah yang bernama “Baalist”, yaitu tempat dimana penduduk mediterania bermukim setelah diusir oleh raja Ramses dari Mesir. Penduduk yang tinggal di Baalist itu akhirnya dinamakan Balistiniyyun (Philistines), yg akhirnya kini disebut Palestine yg akhir hidup bersama-sama dengan bangsa Canaanites, Jebusites dan Amorites. Sehingga dengan berjalannya waktu, terjadi percampuran antar bangsa tersebut melalui hubungan perkawinan, sehingga jadilah bangsa Palestina yang sekarang kita lihat.

Kemudian barulah datang para pendatang yg lain termasuk keluarga Nabi Ibrahim, yg kemudian melalui Siti Sarah menurunkan Nabi Ishak, lalu Nabi Yakub (dikenal dg nama Israil) yang kemudian pindah ke Mesir utk bergabung bersama anaknya, Nabi Yusuf. Anak-anak keturunan Nabi Yakub disebut Bani Israil yg kemudian berkembang di Mesir. Pada masa Nabi Musa, para Bani Israil dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Harun dari Mesir menyeberang Laut Merah ke daratan Sinai menuju Jordania. Saat masa Nabi Daud (dikenal sebagai King David), Bani Israil berhasil masuk tanah Jerusalem sampai masa Nabi Sulaiman di tahun 963 SM. Dengan izin Allah SWT, Nabi Sulaiman mendirikan Istana terbesar pada saat itu beserta Masjidil Aqsa di dalamnya. Namun bangsa Yahudi meyakini bahwa bangunan yg dibuat Nabi Sulaiman ini dikenal sebagai Kuil Pertama (rumah ibadah pertama bagi mereka). 

Namun begitu setelah wafatnya Nabi Sulaiman as, kerajaan ini terbelah menjadi 2, yaitu Kerajaan Israel dg ibu kota Sikhem dan Kerajaan Yehuda dg ibu kota Jerusalem. Kedua kerajaan ini sempat diserang kerajaan Assyria pd abad ke 7, sehingga kota Sikhem hancur.

Pada masa Raja Babylonia, Nebukatnezar, tahun 587 SM, Istana Nabi Sulaiman ini dihancurkan dan Bani Israil terdesak keluar Jerusalem. Pada masa Raja Persia, Cyrus, tahun 539 SM, sebagian bangsa Yahudi tersebut dapat kembali ke Jerusalem. Kemudian dg izin Darius Agung, penguasa dari Persia saat itu, mereka membangun bangunan yang disebut sebagai Kuil Kedua, beserta kota Jerusalem  dan temboknya, dipimpin oleh Nehemia sekitar 515 SM – 444 SM di tempat yg sama dimana dulu terdapat Istana Nabi Sulaiman. Lalu haikal jni sempat dijarah pasukan Raja Syria, Antiokus Epipanes pd 170 SM. Pada 63 SM Romawi kembali menyerbu, dipimpin oleh Pompei. Pada tahun 37 SM, saat masih pendudukan Kerajaan Romawi di Jerusalem, Raja Herod (yg berasal dari bangsa Yahudi) merenovasi Kuil Kedua tersebut.

Pada tahun 6 M, Jerusalem dijadikan propinsi Yudea oleh pemerintahan Romawi. Lalu di tahun 33 M, masa pemerintahan Kaisar Romawi, Pontius Pilatus, di Jerusalem terjadi penyaliban nabi Isa as. Kemudian pemberontakan bangsa Yahudi terjadi pd tahun 66.

Kuil Kedua akhirnya dihancurkan oleh Kaisar Romawi,Titus di tahun 70 setelah Masehi, yang akhirnya Kuil Kedua tersebut diganti menjadi Kuil Dewa Yupiter dan Nama Yerusalem diganti jadi Aelia Capitolina.

  • Menyangkut Hujjah Di Atas.

Kalau saya membaca di atas maka inti hujjah anda adalah :

“Bukankah janggal, jika Isra dari masjid Haram di Mekah ke masjid al Aqsa terjadi pada tahun 621 M sedangkan masjid al Aqsa baru dibangun pada tahun 685 M? Tidak ada tempat suci sebagai kiblat para nabi yang masih berdiri pada waktu peristiwa isra Mohammad, karena Bait Allah di Yerusalem yang dibangun Salomo (Sulaiman), raja Israel yang ketiga, dan digunakan sebagai tempat beribadah dan mengajar Yesus Kristus (Isa) telah dihancurkan tentara Romawi pada tahun 70 masehi ketika terjadi perang Israel melawan Romawi, penjajahnya.”

Tanggapan saya :

Sebenarnya tidak janggal. Hanya anda tidak mengerti mengenai hal ini. Silahkan disimak :

Mesjid, secara bahasa, adalah tempat sujud. Adapun secara syar’i, mesjid adalah tempat yang dipersiapkan untuk digunakan shalat lima waktu secara berjamaah oleh kaum muslimin. Akan tetapi, terkadang mesjid mempunyai arti yang lebih luas dari itu. Karenanya, tempat yang dijadikan oleh seseorang di rumahnya untuk melaksanakan shalat sunnah atau shalat wajib karena dia tidak mampu untuk shalat di mesjid, yang orang-orang mendirikan shalat berjamaah di dalamnya, dinamakan mesjid pula.

Di antara dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari: 323 dan selainnya dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelumku: aku dimenangkan dengan perasaan takut yang menimpa musuhku dengan jarak sebulan perjalanan, bumi dijadikan bagiku sebagai mesjid dan suci, siapa pun dari umatku yang menjumpai waktu shalat maka shalatlah….”

Masjidil aqsha itu sebenarnya gelar bagi Baitul Maqdis (yang sudah hancur) masih disebut secara harfiah sebagai “tempat sujud yang jauh”

baitullah di bakkah = masjidil harom = salah satu situs di tanah haram

baitullah di yerusalem = masjidil aqsha = salah satu situs di tanah quds

jadi sebutan masjidil aqsha itu awalnya khusus bagi baitul maqdis, kemudian kaum muslimin mendirikan masjid, dan menamakan masjid itu “al aqsha”.

Sepertinya anda hanya memahami masjid dari istilah syar’i, sehingga salah dalam memahami istilah masjidil aqsa.

Secara sederhananya gini :

Masjidil aqsa/baitul maqdis adalah kawasan bergaris merah tersebut. Artinya apa ? ada atau tidak adanya bangunan di atas tanah tersebut kawasan itu tetap bernama masjidil aqsa/baitul maqdis. Jadi walaupun bangunan di atasnya hanya puing-puing atau bahkan rata dengan tanah maka setelah isra miraj kaum muslimin tetap shalat menghadapkan wajahnya ke sana. Karena umat islam bukan menyembah tumpukan batu, namun aturan syariatlah yang mengharuskan menghadapkan wajah fisik ke sana. Namun hati tentu menghadap Allah sang pemilik baitul maqdis.

Demikian pula sekarang ka’bah. Andaikata suatu saat ka’bah hancur atau dipugar dengan dibongkar sampai ke dasarnya, umat Islam tetaplah menghadapkan wajahnya ke sana. Karena baitullah yang dimaksud bukanlah tumpukan batunya. Namun tempat tersebutlah yang ditunjuk Allah sebagai pemersatu dalam Islam. Tubuh fisik menghadap baitullah, dan hati menghadap Allah.

kalau pertanyaan anda : saat Isra miraj Muhammad saw shalat dimana ? bukankah bangunannya belum ada ? jawabnya Rasulullah saw shalat di kawasan bergaris merah pada gambar di atas. Ada ataupun tidak ada bangunan di situ. Namun tetap kawasan itu ada bukan ??? terus anda bilang mustahil dari mana ???

Jadi demikianlah penjelasan dari kami. Silahkan dibaca dan dipahami. Yang namanya Masjid adalah tempat sujud. Artinya bagi orang islam seluruh daratan bumi ini adalah masjid. Yakni boleh digunakan untuk shalat dimanapun berada saat masuk waktu shalat, maka shalatlah.

saya yakin banyak kaum muslimin yang belum menyadari hal ini. Terbukti artikel ini adalah request dari pembaca. Semoga Allah menjaga iman kita hingga akhir hayat aamiin yaa rabbal alamiiin.

Iklan