trinitas-400x300

Bagai Menegakkan benang basah, itulah peribahasa yang cocok bagi siapa saja termasuk para teolog yang bersikukuh dan mati matian membela doma trinitas. Kesulitan membela Trinitas disebabkan karena ketiadaan dalil yang kuat dalam Alkitab yang sudah mereka ketahui secara umum, jangankan dalil kuat, kata Trinitas saja tidak pernah sekalipun di sebut dalam Al Kitab, baik dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru.

The New Encyclopœdia Britannica mengatakan, ”Kata Trinitas, maupun doktrin Trinitas yang jelas, tidak terdapat dalam Perjanjian Baru. Yesus dan pengikut-pengikutnya juga tidak bermaksud menentang Syema dalam Perjanjian Lama: ’Dengarkanlah, hai, Israel: Yehuwa adalah Allah kita; Yehuwa itu esa’ (Ul. 6:4). Doktrin ini berkembang secara bertahap selama beberapa abad dan melalui banyak perdebatan.

Ketiadaan dalil dari Alkitab mengharuskan mereka memutar otak lebih kencang agar tercipta suatu teori yang nantinya bisa digunakan sebagai pengganti dalil untuk menjalaskan dogma Trinitas yang memang secara akal sehat sulit diterima, diantara teori teori yang pernah muncul adalah sebagai berikut

Pertama : Teori Tembikar dan belahan jiwa Bapa

Pendekatannya begini: kalau Anda membuat sebuah tembikar, maka terciptalah tembikar itu yang Anda buat dari bahan “diluar” tubuh Anda, misalnya dari tanah liat dan tembikar itu merupakan “hasil kerja” anda. Berbeda dengan,  anak (maaf) yang dihasilkan sebuah perkawinan, maka bayi yang dilahirkan adalah “belahan jiwa” atau “belahan sel” pasangan manusia yang menikah (suami-isteri).

Ada perbedaan mencolok antara bayi yang “dikeluarkan” oleh seorang ibu dengan tembikar hasil kreasi Anda. Roh Kudus dan juga Yesus bukanlah ciptaan Allah, tetapi “BELAHAN JIWA” Allah sendiri. Oleh karena itu, “tabiat” dan “karakter” Yesus dan Roh Kudus, keduanya identik “karakter” BAPA sebagai sumber Mereka. Itulah sebabnya tidak aneh, ketika Yesus bersabda, bermakna: “Apa yang Ku katakan kepadamu bukan berasal dari Diri-Ku sendiri, melainkan Apa yang Kudengar dari Bapa, itulah yang Kusampaikan kepadamu”.

Jawaban

Ini adalah teori terburuk yang pernah ada yang digunakan untuk pembenaran dogma Trinitas, karena dalam teori ini secara terang terangan menunjukkan bahwa Tuhan itu mempunyai anak secara Biologis, sementara mayoritas Kristen menolak akan hal itu.

Apakah Yesus mempunyai “karakter” seperti Bapa atau Tuhan?

Yesus Berkata

 “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13:32).

Jika memang Yesus mempunyai karakter yang sama seperti Bapa sebagaimana Teori diatas, sudah barangtentu dia mengetahui kapan kiamat itu tiba, namun kenyaataannya tidak demikian, berdasarkan ayat diatas Yesus tidak mengetahuinya.

Mereka berkata bahwa ucapan Yesus “Apa yang Ku katakan kepadamu bukan berasal dari Diri-Ku sendiri, melainkan Apa yang Kudengar dari Bapa, itulah yang Kusampaikan kepadamu” merupakan bukti bahwa Yesus mempunyai karekter yang sama dengan tuhan, padahal kalau kita baca ayat lengkapnya tidak demikian, malah sebaliknya

“Karena firman-Ku bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Bapa yang mengutus Aku, Bapalah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan yang harus Aku katakan dan sampaikan.” Yohanes 12:49

Ucapan Yesus pada ayat diatas justru membuktikan bahwa Yesus hanyalah seorang utusan saja bukan Tuhan sebagaimana seperti mereka tuduhkan.

Terori Kedua : Esa Namun terdiri dari 3 pribadi yang berbeda

Kata “Trinitas” adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan ajaran Kristen bahwa Tuhan adalah satu kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Setiap pribadi tersebut berbeda dari yang lain, namun pada dasarnya identik. Dengan kata lain, masing-masing pribadi sepenuhnya ilahi, tetapi masing-masing bukanlah totalitas dari masing-masing pribadi dalam Trinitas. Bapa bukanlah pribadi yang sama dengan Putra dan juga bukan pribadi yang sama seperti Roh Kudus. Dalam peristiwa pembaptisan Yesus, ketiga pribadi yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus menunjukkan keberadaannya yang terpisah satu dengan yang lain. Namun setiap pribadi ilahi tersebut bukanlah tiga Allah, melainkan satu Allah.

Kita melihat bahwa Bapa telah mengutus Anak, tapi ini tidak berarti bahwa Anak tidak sama dengan Bapa dalam esensi dan sifat keilahiannya. Anak adalah sama dengan Bapa dalam keilahian-Nya, tetapi dalam beberapa saat berada lebih rendah dalam inkarnasi-Nya sebagai manusia.

Oleh karena itu, fakta bahwa Anak diutus oleh Bapa, tidak berarti bahwa Dia tidak ilahi lagi. Sama seperti ketika anda menyuruh anak anda untuk membeli roti, bukan berarti anak anda bukanlah manusia seperti anda.

Dalam penjelasan diatas memang kita melihat hal lain yang penting tentang Tritunggal yaitu bahwa hal itu bukanlah konsep yang mudah untuk dipahami. Tapi hal tersebut tidak menjadikan keraguan dari kebenaran konsep tersebut

Dengan prinsip yang sama, maka di dalam Trinitas, substansi/hakekat yang ada adalah satu, yaitu Tuhan, sedangkan di dalam kesatuan tersebut terdapat tiga Pribadi: ada tiga ‘Aku’, yaitu Bapa. Putera dan Roh Kudus. Tiga pribadi manusia tidak dapat menyamai makna Trinitas, karena di dalam tiga orang manusia, terdapat tiga “kejadian”/ ‘instances‘ kodrat manusia; sedangkan di dalam tiga Pribadi ilahi, terdapat hanya satu kodrat Allah, yang identik dengan ketiga Pribadi tersebut.  Dengan demikian,  ketiga Pribadi Allah mempunyai kesamaan hakekat Allah yang sempurna, sehingga ketiganya membentuk kesatuan yang sempurna. Yang membedakan Pribadi yang satu dengan yang lainnya hanyalah terletak dalam hal hubungan timbal balik antara ketiganya

Jawaban

Kedengarannya memang sangat aneh dan ganjil, mereka bilang Esa namun disisi lain mereka juga berkata terdiri dari 3 pribadi yang berbeda. Dua kalimat yang saling bertolak belakang,  membingungkan dan susah dicerna oleh akal sehat,

Teori semacam ini pernah dibabat habis oleh Ahmad Deedad, berikut pemaparan beliau

“Tuhan Bapa adalah seseorang, Tuhan Anak adalah seseorang, dan Tuhan Roh Kudus adalah seseorang, namun mereka bukanlah tiga orang, akan tetapi satu orang.

Saya (Ahmad Deedad)  akan bertanya, bahasa apakah ini? Apakah ia bahasa Inggris? Sepertinya begitu, akan tetapi ia bukanlah bahasa Inggris. Anda mengatakan: “seseorang, seseorang, dan seseorang, namun mereka bukanlah tiga orang, akan tetapi satu orang.

Bahasa apakah ini?!! Katakan kepada saya, wahai orang-orang Inggris, orang-orang Amerika. Apa defensi seseorang dalam bahasa kalian?.

Jika anda memiliki kesamaan yang sulit untuk dibedakan dengan ketiga saudara anda, kemudian salah seorang dari saudara anda melakukan tindakan kriminal, maka apakah anda atau saudara anda yang lain, yang tidak melakukan kesalahan juga dihukum? Tentu anda akan menjawab: “Tidak”.

Mengapa tidak, sedangkan kalian semua sama? anda akan katakan: “Tidak”, sebab dia orang lain, bukan kami. Lalu apa yang menjadikannya orang lain? Anda akan mengatakan: “Kepribadiannya”. Jika karena kepribadiannya berbeda anda katakan dia orang lain, maka ketika umat nasrani mengatakan: “Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”, saya akan katakan: “Bahwa secara logika mereka adalah tiga orang yang berbeda”.

Ketika anda mengatakan Bapa, tentu yang anda maksudkan bukanlah Anak, dan ketika anda mengatakan Anak, tentu yang anda maksudkan bukanlah Roh Kudus, bukankah demikian?. Rasionalitas kita jelas tidak dapat menerima tiga orang yang berbeda sebagai satu orang, ia akan tetap menganggap ketiga orang yang berbeda tersebut sebagai tiga orang. Jika akal saja tidak dapat menerima hal itu, maka bagaimana kita dapat mengatakan bahwa tiga gambar yang kita lihat seperti satu? Tiga selamanya akan tetap tiga. Keyakinan yang menganggap bahwa setiap makhluk hidup adalah Tuhan, atau sama dengan Tuhan, dalam pandangan kaum muslimin adalah bentuk pengkhianatan terhadap Allah! Baik itu pemahaman yang menganggap bahwa Allah memiliki jasad atau bahwa Allah menjelma sebagai manusia, maupun pemahaman-pemahaman yang lain.

Teori Matematika Yang Salah

Satu tapi tiga” pernah membingunkan saya , namun saya sudah menemukan jawabannya. Matematikanya sederhana saja : a + a + a = a mungkinkah?

Ada dua kemungkinan : a1 = 0 jadi 0 + 0 +0 = 0

a2 = tidak berhingga (tb)

jadi tb + tb + tb = tb

Kecuali Allah yang dimaksud adalah maha besar maha suci, maha adil, maha baik, maha tahu, maka Bapa + Yesus (Anak Allah)+ Roh Kudus = Allah yang Esa

Hubungan Bapa dan Anak Allah apa artinya? Mosok Allah beranak? Jawabannya :

  1. Ini melukiskan bahwa Bapa dan Anak itu mempunyai sifat yang sama. Jika Bapa adalah Allah

maka Anak juga adalah Allah.

  1. Hal ini melukiskan Bapa dan Anak mempunyai hubungan erat tak terpisahkan. Misalnya

tangga dan anak tangga, kunci dan anak kunci.

Saya harap ini bisa membantu.

Jawaban

a + a + a = a  

Seklilas rumus tersebut terlihat benar, jika contoh yang digunakan adalah angka 0 (nol)

0 + 0 + 0 = 0 , benar

Namun sayang rumus tersebut hanya berlaku untuk angka 0 (nol) saja dan tidak berlaku untuk angka selainnya, misalnya 1 atau 2 atau yang lainnya, artinya rumus tersebut salah. Lalu bagaimana bagaimana rumus yang benar?

a + a + a = 3a bukan  a + a + a = a  

Bersambung.

Iklan