Assallammualaikum wr.wb

Saya Muammar anak 16 tahun butuh  bimbingan, ana nonton video debat islam kristen, Al Quran vs Bible. Dari pihak mereka memberikan bukti bahwa banyak manuskrip  Al Quran banyak yang isinya bertentangan akhi…ane linglung akhiiii  harus gimana, manuskrip sana’a dan manuskrip yg lainnnya katanya banyak yang  pertentangan dengan Al Quran tolong jawab secepatnya.

Wa’alaikumsalam wr.wb

Tenang tidak usah bingung, kebingungan anda disebabkan kerena minimnya pengetahuan anda tentang sejarah bagaimana Al Quran di turunkan dan dibukukan, di usia yang sangat muda ini seharunya anda memperbanyak menuntut ilmu bukan malah melihat perdebatan seperti video yang sudah anda tonton, karena ketidak tahuan kita dan minimnya ilmu membuat kita bingung dan gelisah tatkala ada hal hal yang bertentangan dengan apa yang kita yakini selama ini, berikut sedikit akan kami sampaikan beberapa sejarah Al Quran dan Bible.

Para Penulis Wahyu

Saat wahyu turun, Nabi Muhammad secara rutin memanggil para sahabat yang ditugaskan agar mencatat ayat tersebut.  Zaid bin Tsabit menceritakan la sering kali dipanggil dan diberi tugas menulis saat wahyu turun. Semisal waktu ayat al-jihad turun, Nabi Muhammad memanggil Zaid bin Tsabit membawa tinta dan alat tulis dan kemudian mendiktekannya, selain Zaid Bin Tsabit, masih banyak lagi para sahabat yang bertugas menulis wahyu, tidak kurang dari 60 nama sahabat seperti : Abban bin Sa’id, Abu Umama, Abu Ayyub al-Ansari, Abu Bakr as-Siddiq, Abu Hudhaifa, Abu Sufyan, Abu Salama, Abu ‘Abbas, Ubayy bin Ka’b, al-Arqam, Usaid bin al-Hudair, Aus, Buraida, Bashir, Tsabit bin Qais, Ja` far bin Abi Talib, Jahm bin Sa’d, Suhaim, Hatib, Hudhaifa, Husain, Hanzala, Huwaitib, Khalid bin Sa’id, Khalid bin al-Walid, az-Zubair bin al-`Awwam, Zubair bin Arqam, Zaid bin Tsabit, Sa’d bin ar-Rabi`, Sa’d bin `Ubada, Sa’id bin Sa`id, Shurahbil bin Hasna, Talha, `Amir bin Fuhaira, `Abbas, `Abdullah bin al-Arqam, `Abdullah bin Abi Bakr, `Abdullah bin Rawaha, `Abdullah bin Zaid, `Abdullah bin Sa’d, dan seterusnya

Praktik yang biasa berlaku di kalangan para sahabat tentang penulisan AI­Qur’an, menyebabkan Nabi Muhammad melarang orang-orang menulis sesuatu darinya kecuali Al-Qur’an, “dan siapa yang telah menulis sesuatu dariku selain Al-Qur’an, maka la harus menghapusnya.” Beliau ingin agar Al-Qur’an dan hadits tidak ditulis pada halaman yang sama agar tidak terjadi campur aduk serta kekeliruan, dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa pada masa kehidupan Beliau seluruh Al-Qur’an sudah tersedia dalam bentuk tulisan.

Bagaimana dengan Alkitab perjanjanjian Baru? apakah Yesus memerintahkan untuk menulis semua ucapannya? Apakah ada murid yang secara khusus diberitugas atau berinisiatif menulis apa yang di ucapkan yesus? Tidak ! tidak ada satu muridpun yang diperintahkan atau berinisiatif menulis apa apa yang di ucapkan Yesus. Contoh Injil karangan Lukas, jangankan mendapat mandat khusus untuk menulis injil, bertemu Yesus saja tidak pernah, Lukas bukan murid Yesus, dia menulis Injil karangannya bukan karena diperintah oleh Yesus melaikan ia menulis atas inisiatif sendiri yang ia tujukan untuk Teofilus pada saat itu.

“Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.”(Lukas 1:1-4)

 

Lukas bukan orang Yahudi, juga bukan saksi mata atas apa yang terjadi pada yesus dan juga bukan seorang pendengar langsung atas apa yang diucapkan oleh yesus. Lukas menulis Injil karangannya berdasarkan cerita cerita yang beredar dimasyarakat, tidak diketahui siapa saja yang menjadi sumber berita dan bagaimana cara Lukas menyelidiki kebenaran berita yang ia terima.

Satu hal yang terpenting adalah, Lukas menulis Injilnya bukan dalam rangka menulis sebuah kitab suci yang akan menjadi pegangan hidup manusia, ia tidak ubahnya hanya menulis sebuah buku sejarah saja, yakni sejarah tentang Yesus.

Susunan Al Quran Dan Alkitab

 

Al Quran yang kita punyai saat ini bukan hanya sudah ditulis pada zaman nabi, namun susunanya pun sudah ditentukan, berikut beberapa buktinya :

Ubbay bin Ka’b menjelaskan, “Kadang-kadang permulaan surah itu diwahyukan pada Nabi Muhammad, kemudian saya menuliskannya, dan wahyu yang lain turun pada beliau lalu berkata, “Ubbay! Tulislah ini dalam surah yang menyebut ini dan itu.’ Dalam kesempatan lain wahyu diturunkan pada beliau dan saya menunggu perintah yang hendak diberi­kan sehingga beliau memberi tahu tempat yang sesuai dari suatu ayat.

Zaid bin Tsabit memberi penjelasan, “Sewaktu kami bersama Nabi Muhammad mengumpulkan Al-Qur’an kertas kulit beliau berkata, “Mudah-mudahan Sham mendapat berkah”. Kemudian beliau ditanya, ‘Mengapa demikian wahai Nabi Allah?’ Beliau menjawab, ‘Karena para Malaikat yang Maha Rahman telah melebarkan sayap mereka kepada­nya.” Dalam hadits ini kita catat Nabi Muharnmad selalu melakukan pengawasan dalam pengumpulan dan susunan ayat-ayat Qur’an

Bukti lain dapat dilacak dari beberapa hadits yang mengatakan kepada sahabat telah mengenal permulaan dan akhiran surah-surah yang ada.

·         Nabi Muhammad memberi komentar kepada ‘Umar, “Akhir ayat-ayat dari Surah an-Nisa’ akan dianggap cukup buatmu (dalam menyelesaikan masalah warisan). ”

·         Abu Mas’ud al-Badri memberi laporan bahwa Nabi Muhammad bersabda, ‘Ayat terakhir dari Surah al-Baqarah dapat mencukupi bagi siapa saja yang membaca di waktu malam.”

·         Ibn `Abbas mengingatkan, “Sewaktu saya bermalam di rumah, Maimuna (istri Nabi Muhammad), saya mendengar beliau terbangun dari tidur lalu membaca sepuluh ayat terakhir dari Surah `Ali ‘Imran.”

Berbeda dengan Al Quran yang ditulis persis seperti apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw, Alkitab ditulis berdasarkan imajenasi dan redaksi dari sipenulis sendiri seperti contoh 4 injil dibawah ini.

 

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Injil kersi Lukas : 5

Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” (Injil karangan Yohanes : 19)

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; (Injil karangan Markus : 1-2)

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. (Injil karangan Matius : 1)

 

Dalam perkembangannya, Alkitab memiliki banyak sekali versinya, tidak kurang dari 20 versi dalam bahasa indonesia, belum lagi versi bahasa suku dan bahasa asing di luar negeri. masing masing versi memiliki redaksi dan susunan ayat yang berbeda antara versi satu dan versi yang lainnya, seperti gambar dibawah ini.

Al Alquran selalu terjaga keasliannya karena Allah sendiri yang menjaganya, contoh sederhanya yang bisa kita buktikan adalah tidak ada perbedaan antara Al Quran dibelahan dunia manapun, dan dari tahun kapanpun.

 

Manuskrip Sana’a

Adalah sebuah manuskrip yang ditemukan pada tahun 1972, saat pekerja bangunan merenovasi dinding di loteng Masjid Agung Sana’a di Yaman, beberapa mengklaim bahwa ini adalah Al Quran tertua yang pernah ada, bahkan yang lebih aneh kalangan misionaris mengklaim manuskrip ini lebih tua dari mushaf Utsmani. Tidak sedikit blog dan website yang menyerang Al Quran menggunakan manuskrip ini, mereka mengatakan banyak yang berbeda antara Al Quran dan manuskrip tersebut, namun mereka tidak memaparkan apa yang berbeda dan dibagian mana yang berbeda. Siapa yang menulis dan kapan ditulis tidak jelas, namun anehnya mereka menggunakan manuskrip tersebut untuk mengeroksi Al Quran, padahal Al Quran sudah di bukukan pada zaman sahabat Uthman bin Affan  saat para sahabat yang bertugas mencatat wahyu masih hidup, lembaran lembaran ayat yang ditulis juga masih ada  dan para penghafal Al Quran pun juga banyak, jadi sangat aneh ketika suatu saat tiba tiba muncul sebuah manuskrip seperti manuskrip Sana’a yang ngaku ngaku sebagai Al Quran tertua dan digunakan untuk mengoreksi Al Quran, padahal siapa penulisnya dan kapan di tulis tidak jelas.

Allah Swt berfirman

 إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ٩

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya

 

 

 

 

Iklan